Iklan

iklan

Desa Bau-Bau Gelar Rembuk Stunting, iRemaja sehat ibu cerdas balita kuat, nvestasi Masa depan desa bebas stunting.

Tuesday, June 23, 2026 | 11:12 WIB Last Updated 2026-06-23T03:12:53Z


Wajo-, (Sulselkpk) —Selasa (23/06/2026) Pemerintah Desa di wilayah Bau-Bau menggelar musyawarah warga dalam agenda Rembuk Stunting. Forum tahunan ini diadakan sebagai langkah konkret untuk mengevaluasi sekaligus menyusun strategi konvergensi penanganan stunting yang akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Acara yang berlangsung di balai pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Desa, sekcam Pitumpanua,Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), tim penggerak PKK, bidan desa, Babinsa serta perwakilan dari Puskesmas setempat.

Dalam rembuk tersebut, disepakati bahwa penanganan stunting tidak bisa ditunda dan harus menyasar langsung pada akar masalah, yaitu pola makan, pola asuh, dan sanitasi. Pemerintah desa berkomitmen mengalokasikan anggaran yang lebih terarah pada sektor kesehatan masyarakat.

Kepala desa bau-bau Burhanudin, mengatakan dalam sambutannya "Stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi kita di Bau-Bau. Melalui rembuk ini, kita mengunci komitmen anggaran desa agar intervensi tidak hanya sekadar formalitas, tapi menyentuh ibu hamil dan balita yang membutuhkan," ujar Kepala Desa

Berdasarkan hasil analisis situasi data stunting yang dipaparkan oleh petugas Puskesmas dan KPM,

Optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal: Memanfaatkan potensi pangan lokal seperti ikan segar hasil tangkapan nelayan Bau-Bau dan sayur-mayur pekarangan untuk pemenuhan gizi makro dan mikro bagi balita dan ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis).

Pengadaan alat antropometri (alat ukur berat dan tinggi badan) yang standar serta pelatihan intensif bagi kader posyandu agar tidak terjadi salah diagnosa (bias data).

Intervensi Sanitasi dan Air Bersih: Alokasi pembangunan jamban sehat dan akses air bersih bagi keluarga yang memiliki balita berisiko stunting.

Pihak Puskesmas setempat juga mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua. Penurunan angka stunting tidak akan berhasil maksimal jika hanya mengandalkan bantuan materi tanpa adanya perubahan perilaku pola asuh dan kebersihan di tingkat rumah tangga.

Dengan adanya kesepakatan tertulis yang ditandatangani bersama di akhir acara, Desa di Bau-Bau ini optimis dapat menekan angka stunting secara signifikan demi mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas. (Aso)

Editor: Baso Lutfi 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Desa Bau-Bau Gelar Rembuk Stunting, iRemaja sehat ibu cerdas balita kuat, nvestasi Masa depan desa bebas stunting.

Trending Now

Iklan

iklan