WAJO -(Sulselkpk) kamis 4/06/2026– Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Wajo kembali menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi digital.
Memasuki pekan ujian semester, yang berlangsung selama sepekan madrasah ini tidak lagi menggunakan kertas dan pensil (paperless), melainkan memanfaatkan teknologi smartphone berbasis Android untuk seluruh siswanya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung program digitalisasi madrasah yang dicanangkan oleh Kementerian Agama.
Kepala Madrasah MIN 1 Wajo Andi Bongawati S.Ag.,MA.mengungkapkan bahwa peralihan dari ujian konvensional ke berbasis Android ini membawa banyak dampak positif. Selain menekan biaya pencetakan soal (ramah lingkungan), sistem ini juga memangkas waktu koreksi nilai secara signifikan.
Kepala madrasah ibtidaiyah negeri 1 Wajo saat diwawancarai mengatakan"Dengan ujian berbasis Android, nilai siswa bisa langsung terinput ke sistem setelah mereka menyelesaikan ujian. Ini sangat mengefisiensikan waktu kerja guru," ujarnya.
Selain efisiensi, sistem yang digunakan juga dirancang untuk meminimalisir kecurangan. Aplikasi ujian memiliki fitur screen-lock atau pengunci layar, sehingga siswa tidak dapat membuka mesin pencari (browser) atau aplikasi lain saat ujian berlangsung.
Jika mereka mencoba keluar dari aplikasi ujian, sistem akan otomatis terkunci dan siswa harus melapor ke pengawas.
Meskipun ini merupakan hal baru bagi sebagian siswa tingkat dasar (Ibtidaiyah), pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar. Para siswa terlihat sangat antusias dan fokus menatap layar gawai mereka masing-masing di dalam ruang kelas.
Sebelum ujian hari-H dilaksanakan, pihak MIN 1 Wajo telah melakukan simulasi terlebih dahulu untuk memastikan para siswa akrab dengan antarmuka aplikasi.
Lanjut Andi Bongawati S.Ag.,MA. Berharap"Harapan saya seluruh siswa dapat mengikuti ujian dgn penuh tanggung jawab,disiplin,jujur dan percaya kepada kemampuan diri sendiri, juga guru dan orang tua murid terus memberikan pendampingan dan motivasi agar peserta didik dapat menjalani ujian berbasis android ini dgn tenang dan optimal,Apapun hasilnya nnti dijadikan sbg bahan evaluasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan prestasi di masa yg akan datang"ucap Kepala MIN 1 WAJO.
Dukungan penuh juga datang dari orang tua siswa. Komite madrasah menyambut baik inovasi ini karena dinilai melatih anak-anak sejak dini untuk menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, bukan hanya untuk bermain game atau media sosial.(ASO)
EDITOR: BASO LUTFI

