Iklan

iklan

Idul Fitri di Masa Pandemi, Kades Bulu Mario Imbau Masyarakat Tetap Ikut Prokes

Aso AR
Friday, May 14, 2021 | 20:34 WIB Last Updated 2021-05-14T12:34:02Z



Mamuju Utara, (SULSELKPK.Co.Id) -Kerinduan warga masyarakat (ummat Islam) di Desa Bulu Mario, Kec. Sarudu, Kab. Pasangkayu, Sulbar. Untuk melaksanakan hari raya Idul Fitri yang tertunda hampir dua tahun akibat Covid 19, akhirnya diijinkan oleh pemerintah dengan tetap menerapkan prokes.


Meski ditengah pandemi covid 19, terlihat semangat antusiasme masyarakat dalam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021 sangat meriah. Hal ini terdengar dari suara gema takbiran sepanjang malam yang saling bersahutan antara masjid satu dengan yang lainnya.


Begitu juga dengan ummat islam yang datang berbondong-bondong dari semua penjuru yang ingin melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah, yang dilaksanakan di Masjid Agung Al-Munawarah Desa Bulu Mario.



Sebelum dimulai shalat Idul Fitri. Panitia penyelenggara, remaja masjid bersama kepala desa membagikan masker kepada jamaah dan mengarahkan untuk mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan.


Sebelum acara dimulai jam 07.30 WITA. Kepala Desa Bulu Mario memberikan sambutan kepada para jamaah agar tetap menjaga kesehatan dengan berpedoman pada protokol kesehatan, "Hari Raya ini adalah momen untuk kita bergembira, saling berbagi, ber silaturrahmi dan saling memaafkan sesama kita akan tetapi kesehatan itu adalah sangat penting dan hal yang paling utama. Maka dalam masa pandemi ini, kami mohon kepada jamaah untuk tetap mengikuti protokol kesehatan," ungkapnya.


Hal senada juga diungkapkan oleh ketua panitia penyelenggara, Sumarno selaku penanggung jawab  pelaksanaan perayaan hari raya Idul Fitri 2021. 



Dalam acara sholat berjamaah Idul Fitri yang diselenggarakan di Masjid Agung Al-munawarah itu, di imani oleh imam masjid Al-munawarah, sementara khatib disampaikan oleh Ustadz Almukmin Abu Hurairah (Imam Masjid Al-Madani) pasang kayu.


Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan ummat Islam bahwa hikmah dibalik ibadah puasa adalah dapat mendidik manusia agar lebih peduli kepada sesama, agar bisa merasakan bagaimana rasanya penderitaan orang lain yang selama ini dalam serba kekurangan,sembari mengutip sabda Rasulullah S.A.W yang artinya, "tidak dikatakan beriman seseorang itu jika masih ada tetangga/saudaranya yang masih kelaparan," ungkapnya.


Lebih lanjut khatib menjelaskan bahwa ibadah puasa adalah sebagai moment untuk mengintrospeksi diri seberapa banyak amal kebaikan yang kita lakukan selama ini dibandingkan dengan perbuatan maksiat.


Ummat islam adalah ummat yang satu, maka momen dalam ibadah puasa dan hari raya idul Fitri adalah kesempatan untuk berbakti kepada kedua orang tua merajut kembali kesatuan dan persatuan, menjalin hubungan silaturrahmi antara sesama keluarga, antara anggota masyarakat dan warga lainnya dan antara warga masyarakat dengan pemimpinnya.


"Sesungguhnya ummat Islam itu adalah bersaudara laksana satu tubuh, apabila ada salah satu tubuh yang sakit maka semua anggota badan merasa sakit juga, begitu juga dengan kita ummat islam apabila salah satu saudaranya menderita atau tertimpa musibah, maka mereka juga akan merasakan penderitaan saudaranya," Seru khatib menutup khotbahnya. (H.Mis)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Idul Fitri di Masa Pandemi, Kades Bulu Mario Imbau Masyarakat Tetap Ikut Prokes

Trending Now

Iklan

iklan