WAJO, (SULSELKPK) ---Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Feri Saputra Santu, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses yang digelar di Desa Tadangpalie, Kecamatan Sabbangparu, Selasa, 27 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan infrastruktur dasar, fasilitas umum, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Persoalan infrastruktur menjadi aspirasi paling dominan. Warga mengusulkan pembangunan tanggul sungai guna mencegah banjir, perbaikan dan pembangunan jembatan, serta normalisasi sungai yang dinilai telah mengalami pendangkalan. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap keselamatan warga dan aktivitas pertanian. Selain itu, pemeliharaan dan pengerasan jalan lingkungan juga disoroti karena selama ini menghambat mobilitas dan distribusi hasil usaha masyarakat.
Di sektor lingkungan dan permukiman, masyarakat meminta pembangunan drainase yang merata, pengadaan sumur bor di wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih, serta penyediaan fasilitas tempat pembuangan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan. Aspirasi pembangunan dan rehabilitasi masjid juga disampaikan sebagai bagian dari penguatan fungsi sosial dan keagamaan masyarakat.
Sementara di bidang pertanian dan ekonomi kerakyatan, warga mengharapkan adanya bantuan alat pertanian, pengadaan benih, serta dukungan berkelanjutan bagi kelompok usaha dan UMKM. Sektor ini dinilai sebagai tulang punggung ekonomi desa yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menanggapi aspirasi tersebut, politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD serta diselaraskan dengan program pemerintah daerah. Menurutnya, reses merupakan ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil yang dirasakan langsung di lapangan.
“Kegiatan reses ini menjadi bahan penting bagi kami di DPRD untuk memperjuangkan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Aspirasi ini akan kami kawal agar dapat masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” ujar Feri Saputra.
Sekretaris Komisi III DPRD Wajo juga memaparkan capaian konkret selama kurang lebih satu setengah tahun masa pengabdiannya sebagai legislator. Feri menyebutkan, berkat doa dan dukungan masyarakat, anggaran untuk kegiatan infrastruktur yang telah diperjuangkan dan masuk melalui APBD Kabupaten Wajo mencapai sekitar Rp10 miliar untuk Kecamatan Sabbangparu.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kolaborasi lintas lembaga yang berhasil merealisasikan penguatan tebing bibir Sungai Walennae senilai Rp25 miliar di Desa Benteng Lompoe, Kecamatan Sabbangparu. Proyek tersebut terwujud melalui sinergi DPRD Kabupaten Wajo, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan—khususnya melalui Sultan Tajang—hingga diteruskan ke Komisi V DPR RI oleh H. Andi Iwan Darmawan Aras.
“Alhamdulillah, pekerjaan penguatan tebing Sungai Walennae sudah dinikmati masyarakat. Insyaallah ke depan akan ada lanjutan pekerjaan serupa,” ungkap legislator muda Gerindra tersebut.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah dengan menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif, demi mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Wajo.(Humas DPRD Wajo)
