Wajo-sulselkpk.co.id
Wakil Menteri Desa (Wamendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi bersama rombongan, tiba di Bumi Lamaddukelleng dan disambut langsung Bupati Wajo bersama jajaranya, di Rujab Kamis, 15/10/2020.
Rencananya Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi akan mengunjungi kawasan pemukiman transmigrasi SP 2 Bekkae, Kecamatan Gilireng untuk berdialog dengan warga transmigrasi serta melakukan peresmian jalan beton dan menebar benih ikan.
Jumat pagi, 16/10/2020. Wamendes, Budi Arie Setiadi bersama Dirjen PKP2Trans R Hary Pramudiono, Bupati Wajo Amran Mahmud, pejabat Kemendes PDTT dan Forkompida Wajo. menyambangi lokasi transmigrasi UPT Bekkae 2 Desa Passeloreng Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo.
Di lokasi Transmigrasi SP 2 Bekkae, Wamendes disambut dengan proses adat pengalungan sarung sutera oleh Bupati Wajo.
Wamendes dalam sambutannya berharap para transmigran di UPT Bekkae 2 ini bisa betah, semangat mengelola lahan subur di wilayah itu dan menjaga keharmonisan bersama warga lokal
"Mari berdoa agar pembangunan ini bisa dikerjakan bersama-sama. Jika Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kepala Desa dan seluruh masyarakat kompak maka pembangunan dan kemajuan segera terwujud," tambahnya.
Bupati Wajo mengajak warga transmigran untuk memanfaatkan dengan baik potensi alam yang ada dikawasan UPT 2 Bekkae agar kesejahteraan warga meningkat.
Amran Mahmud juga berterima kasih atas bantuan yang dikucurkan oleh Kemendes PDTT berupa pembangunan jalanan beton sepanjang 1,4 kilometer dengan anggaran Rp3,1 miliar, Pembangunan rumah transmigran 40 unit sebesar Rp2,6 miliar, embung dengan anggaran Rp500 juta kemudian pembangunan infrastruktur lainnya.
Setelah itu, Wamendes berdialog dengan para transmigran yang berharap masalah persoalan lahan segera diatasi dan mendapat kejelasan.
Dilanjutkan dengan meresmikan jalan beton, penyebaran benih di embung dan fasilitas infrastruktur lainnya.
Wamendes Budi Arie juga menyerahkan bantuan pangan dan kesehatan Covid-19, penyerahan bibit beras merah dan juga bibit ikan.
"Mudah-mudahan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, menyekolahkan anak dan jadi cerita indah di transmigrasi untuk anak cucu," tutup Wamendes Budi Arie.


