Iklan

iklan

Korban Gempa Sulbar Masih Bertahan di Tenda Pengungsian Dengan Kondisi Seadanya

Aso AR
Wednesday, January 27, 2021 | 13:26 WIB Last Updated 2021-01-27T05:26:49Z



Sulselkpk.co.id-koran perangi korupsi

Mamuju, Sulbar - Pasca gempa yang terjadi beberapa hari lalu di kabupaten Mamuju dan Majene Sulbar telah meninggalkan duka yang mendalam atau trauma bagi warga korban gempa.


Warga yang bertahan di tenda-tenda pengungsian masih dihantui rasa takut tertimpa reruntuhan bangunan, sedih ditinggalkan sanak keluarga yang meninggal dunia,rumah hancur/ retak-retak, ditambah dinginnya ditenda pengungsian.


 

Adanya beredar isu bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar lagi bisa mengakibatkan sunami sehingga membuat para pengungsi semakin was-was untuk kembali ke rumahnya, seakan lengkap cobaan yang dialami oleh para pengungsi.


Ketika wartawan koran perangi korupsi mencoba menelusuri dari kampung ke kampung sewaktu menyalurkan bantuan, terlihat rumah-rumah penduduk tidak berpenghuni dan tidak terurus lagi. 



Salah satu desa yang dikunjungi untuk pendistribusian bantuan adalah kampung tanisi, Desa Mekarsari Selatan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Populasi penduduk sekitar 1233, pada umumnya adalah sebagai nelayan yang rumahnya berada di pinggir pantai.


Hal inilah yang menyebabkan kampung dan desa ini seperti tak berpenghuni karena semua warga lari ke bukit lebih tinggi untuk menghindari bila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan dan sunami.


Menurut kepala desa Mekarsari selatan Abdul Jalal, yang ditemui di tenda pengungsian bersama warganya, menuturkan bahwa sewaktu terjadi gempa semua warga merasa panik dan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi disebuah bukit dengan ketinggian 50 m berjarak 400 m dari pantai,dan warga menyebar dibeberapa titik.


"Waktu itu semua warga berlarian mencari perlindungan ada yang bertabrakan sesamanya, ada yang tertimpa puing rumahnya, ada yang menangis minta tolong dan kadang kita berlari ke arah yang tidak tentu tujuannya mau lari ke mana karena kejadiannya tengah malam,mungkin itulah gambaran qiamat" tuturnya.



Pada kesempatan itu juga sewaktu ditanyakan tentang keadaan bangunan Rumah warganya, ia menjelaskan hampir 90 persen rumah-rumah penduduk rusak berat/ringan namun tidak ada korban jiwa, kecuali korban luka-luka.


Lebih jauh kepala Desa mengharapkan kepada pemerintah dan para relawan untuk bisa mendapat bantuan secepatnya atas kebutuhan yang sangat mendesak berupa tenda, kebutuhan bayi,selimut, kebutuhan pokok dan sanitasi air bersih.


Sewaktu kami tim Koran perangi korupsi (KPK) sampai ditempat pengungsian dan menyampaikan kalau bantuan yang kita bawa adalah dari saudara-saudaranya yang dikumpul sedikit demi sedikit. Para pengungsi merasa terharu dan meneteskan air mata bersedih karena mereka merasa masih ada yang peduli padanya, walaupun jauh dari informasi dan keramaian.


Sementara sampai saat ini 25/01/2021. Jumlah korban jiwa gempa Mamuju Majene sebanyak 105 orang dan 3 warga masih dinyatakan hilang.  (H.Mis)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Korban Gempa Sulbar Masih Bertahan di Tenda Pengungsian Dengan Kondisi Seadanya

Trending Now

Iklan

iklan